Lanskap Retail di Asia Pasifik. Foto: ist

RINCIH.COM. Industri supermarket di kawasan Asia-Pasifik sangat beragam serta dibentuk oleh budaya lokal, perilaku konsumen, geografi, kecepatan pembangunan ekonomi. Diberbagai negara telah membangun ekosistem ritel yang tidak terlihat mirip, namun melayani kebutuhan sehari-hari yang sama.

“Namun di beberapa regionalisasi sektor ini tetap,” ungkap Malte Karstan, Retail Expert, Jum’at (28/11/2025).

Tambahnya, di dunia yang didominasi oleh globalisasi, banyak pengecer paling berpengaruh di Asia dan Oseania masih merupakan merek lokal yang berkembang dengan memahami pasar lokal mereka secara mendalam.

“Jepang menjangkar wilayah ini dengan nama-nama seperti AEON, FamilyMart Co.,Ltd., Isetan Mitsukoshi Holdings dan lainnya,” tambahnya.

Dikenal dengan keunggulan operasional dan layanan pelanggan, pengecer Jepang menetapkan tolok ukur dalam efisiensi dan inovasi. “Banyak merek lama seperti Jusco telah diserap atau diganti namanya di bawah payung AEON, pengingat tentang bagaimana merek ritel berkembang bahkan ketika perusahaan induk mereka tetap kuat,” jelasnya.

Sementara, lingkungan ritel China dinamis dan didorong oleh skala, diwakili oleh rantai seperti China Resources Vanguard Co., Ltd. dan Wu-Mart. Para pemain ini terus tumbuh sambil mengintegrasikan teknologi omnichannel dengan kecepatan luar biasa.

Namun, pasar ritel China berubah dengan cepat dan tidak semua logo merek bersejarah tetap terkini dalam bentuk aslinya. Pemain terkemuka Korea Selatan, eMart mencerminkan perpaduan ritel offline dan online yang mulus di negara itu, didukung oleh salah satu basis konsumen paling maju secara teknologi di dunia.

India menampilkan mosaik operator seperti Reliance Fresh(Retail Limited), DMart – Avenue Supermarts Ltd, More Retail Private Limited ao. Pasar India sedang mengalami konsolidasi, beberapa logo yang secara historis dikenal di sektor ini, misalnya, HyperCity atau Big Bazaar telah digabungkan, direstrukturisasi, atau diganti namanya dalam beberapa tahun terakhir. Ini menyoroti seberapa cepat pasar ritel yang sedang berkembang berubah.

“Indonesia menonjol di Asia Tenggara dengan rantai utama seperti Indomaret Group, PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart) dan PT DFI Retail Nusantara Tbk (Hero), merek yang berfungsi sebagai titik kontak komunitas penting di ribuan pulau,” katanya.

FairPrice Group Singapura tetap menjadi contoh kuat dari model ritel kooperatif yang menyeimbangkan keterjangkauan, skala, ketahanan pangan nasional.

Hong Kong terus dibentuk oleh PARKnSHOP dan Wellcome Hong Kong, keduanya aktif dan berpengaruh di salah satu pasar perkotaan terpadat di dunia.

Australia melengkapi peta dengan Woolworths, Coles Group, IGA, INC. dan Drake’s, pengecer lama dengan loyalitas komunitas yang tertanam dalam.

Hal ini memberikan gambaran yang menarik, tetapi juga merupakan pengingat betapa cairnya sektor ritel. Beberapa logo yang ditampilkan mencerminkan merek yang telah berganti nama, berhenti atau bergabung. (NcangSepti)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *