RINCIH.COM. Morrisons dilaporkan sedang menjajaki penjualan cabang manufakturnya, Myton Food Group, sebagai bagian dari langkah yang lebih luas untuk mengurangi biaya dan beban utangnya
Menurut The Telegraph, Rami BaitiƩh, Kepala Eksekutif grup supermarket, telah melakukan pembicaraan dengan setidaknya satu perusahaan ekuitas swasta tentang kesepakatan untuk menjual operasi produksi makanan. Surat kabar itu mengatakan bahwa diskusi masih berlangsung minggu lalu, dengan penawar telah mengajukan penawaran yang dibiayai penuh.
Pihak-pihak lain yang berkepentingan dikatakan siap dengan penawaran saingan untuk beberapa atau semua bisnis, yang merupakan salah satu pemasok makanan terbesar di negara itu.
Namun, seorang eksekutif ritel senior memperingatkan bahwa negosiasi bisa berantakan karena ekspektasi harga Morrisons yang tinggi. “Masalahnya adalah, Rami, terlalu menginginkan bisnis,” kata mereka kepada The Telegraph.
CEO mengatakan pada bulan Januari bahwa manufaktur adalah bagian dari “DNA Morrisons itu akan tetap ada”.
Dapat dipahan bahwa negosiasi didorong obel pendekatan yang tidak diminta.
Morrisons adalah satu-satunya supermarket Inggris dengan kemampuan produksi makanan penuh. Seperempat dari makanan segar yang ditemukan di toko-tokonya berasal dari 10 pabriknya di seluruh Inggris.
Surat kabar itu mencatat bahwa operasi manufaktur telah lama membagi pendapat di antara para eksekutif Morrisons. Beberapa berpendapat bahwa memiliki pasokan makanan sendiri memberinya keunggulan kompetitif yang berbeda. Namun, yang lain mengatakan itu menghambat kemampuan supermarket untuk melawan inflasi harga pangan karena Morrisons tidak dapat menuntut persyaratan yang lebih baik dari pemasok dengan cara yang bisa dilakukan pesaing.
Morrisons belum secara terbuka mengomentari cerita The Telegraph. Namun, majalah perdagangan The Grocer mengatakan pihaknya memahami Morrisons tidak dalam diskusi serius untuk menjual Myton dan pembicaraan apa pun “sepenuhnya spekulatif pada tahap ini”. (NcangSepti, Brian Moore)

