RINCIH.COM. Kalau 5 tahun lalu ada yang bilang bahwa sepatu lari bakal mengalahkan sepatu bola di marketplace, mungkin kita akan tertawa.
Tapi fakta bicara lain. Data TMO Group mencatat: sepatu lari menguasai 41,8% pangsa pasar sepatu olahraga di Shopee. Sepatu sepak bola? Hanya 15,1%. Sepatu futsal? 11,5%. Ini bukan sekadar angka. Ini adalah pergeseran gaya hidup yang monumental.
Yang lebih mencengangkan: jumlah event lari di Indonesia melonjak dari 106 acara (2022) menjadi 556 acara (2025). Lima kali lipat dalam tiga tahun. Bayangkan dampaknya terhadap rantai pasok, logistik, dan perilaku konsumsi digital.
Tapi di sinilah kejutannya. ASICS, brand global asal Jepang, berhasil mencatatkan pertumbuhan pesanan 14 kali lipat dalam empat tahun (April 2022 vs April 2026). Rahasianya? Bukan sekadar produk bagus. Mereka mengubah live streaming dari kegiatan insidental menjadi program rutin hingga 120 jam per bulan.
Mereka menjaga kesiapan stok dengan disiplin militer. Mereka menghadirkan pengalaman berbelanja yang konsisten di setiap titik interaksi.
Inilah yang disebut sebagai quiet revolution di industri sportswear. Tapi pertanyaan besarnya: Apakah brand Anda siap membaca gelombang perubahan ini?.
Karena yang berubah bukan cuma tren olahraga. Yang berubah adalah cara konsumen memutuskan, membeli, dan loyal. Omnichannel bukan lagi pilihan. Ini adalah keharusan. (NcangSepti, Wahyu Ari Wicaksono)

