Memahami Preferensi Pelanggan. Foto: ist

RINCIH.COM. Memahami pelanggan, khususnya di supermarket, bukan lagi sekadar “feeling”, tetapi kombinasi antara observasi, data, dan eksekusi di lapangan.

Pelanggan datang ke supermarket dengan kebutuhan dan perilaku yang berbeda: Ada yang fokus harga murah. Ada yang mencari kenyamanan belanja. Ada yang mengejar produk fresh & lengkap. Ada yang loyal karena pelayanan. Ada juga yang belanja impulsif karena display menarik

Karena itu, menurut Eka L., Retail Operations Specialist, retailer harus mampu membaca pola pelanggan, bukan hanya menjual barang.

Beberapa cara memahami preferensi pelanggan di supermarket: Observasi Pola Belanja. Lihat kategori apa yang paling sering dibeli, jam ramai toko, hingga area yang paling banyak dikunjungi pelanggan.

Analisa Data Penjualan

Data transaksi membantu melihat: Fast moving item. Produk favorit. Basket size. Kombinasi pembelian pelanggan. Dengarkan Suara Pelanggan. Komplain, saran, hingga pertanyaan pelanggan adalah insight yang sangat mahal dalam retail.

“Setiap toko punya karakter customer berbeda:

Area keluarga. Area pekerja. Area mahasiswa. Area premium. Strategi assortment dan promosi harus menyesuaikan karakter tersebut,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, di retail modern, toko yang paling memahami pelanggan biasanya bukan yang paling besar, tetapi yang paling relevan dengan kebutuhan konsumennya.

“Pelanggan tidak hanya membeli produk. Mereka membeli pengalaman belanja yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensinya.” (NcangSepti)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *