sebuah-toko-robot-otonom-sepenuhnya-di-tepi-laut-hung-hom-1782106050261_169

RINCIH.COM. Gelombang disrupsi teknologi di sektor ritel makin terlihat. Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dan robotika canggih kini mulai mengancam eksistensi pekerja konvensional, termasuk posisi kasir dan karyawan di minimarket modern.

Kini telah lahir ‘karyawan’ digital yang bekerja 24 jam nonstop, tanpa menuntut cuti, upah, ataupun jaminan sosial. Meskipun gelombang ini belum sepenuhnya menghantam tanah air, tren tersebut terpantau sudah mulai menguat di kawasan Asia.

Setelah sempat menggebrak pasar China, toko ritel bertenaga robot penuh secara resmi melebarkan ekspansinya ke Hong Kong. Gerai bernama Ro-bodega yang terletak di kawasan tepi laut Hung Hom mendadak menjadi sorotan utama para pelaku bisnis ritel global.

Menariknya, toko ini beroperasi 100% tanpa kehadiran manusia. Seluruh proses operasional-mulai dari mengisi ulang (restock) rak, mengambil pesanan pembeli, hingga memproses pembayaran-ditangani secara mandiri oleh robot humanoid bernama Xiao Gai, sebagaimana dilaporkan oleh South China Morning Post.

Dikembangkan oleh raksasa AI dan robotika asal Beijing, Galbot, robot Xiao Gai dirancang dengan tinggi 1,67 meter dan bentang lengan mencapai 1,8 meter. Tak hanya piawai menangani pekerjaan fisik berat, robot pintar ini juga dibekali kapabilitas komunikasi interaktif multibahasa yang ramah konsumen.

Produk yang dijajakan pun sangat lekat dengan keseharian masyarakat, mulai dari makanan ringan, minuman dingin, hingga obat-obatan bebas-persis menyerupai minimarket yang menjamur di sudut-sudut perkotaan Indonesia. (NcangSepti, CNBC)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *