Amerika alami defisit telur. Foto: istimewa

RINCIH.COM. Amerika Serikat menghadapi kekurangan telur. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, akibat langsung dari wabah flu burung yang telah menyebabkan euthanasia lebih dari 30 juta ayam petelur sejak awal tahun. Situasi ini telah menyebabkan kenaikan harga yang signifikan dan kelangkaan telur di rak-rak ritel Amerika.

Untuk menutupi kekurangan ini, pemerintah AS telah memutuskan untuk mengimpor telur dari negara-negara seperti Turki dan Korea Selatan. Menteri Pertanian Brooke Rollins mengatakan, diskusi sedang berlangsung dengan negara-negara lain untuk mengamankan pasokan tambahan, terutama untuk mengantisipasi lonjakan permintaan terkait dengan liburan Paskah.

Krisis ini juga berdampak pada pasar Eropa. Amerika Serikat telah meminta negara-negara Eropa, termasuk Denmark, untuk ekspor telur, meskipun ada ketegangan perdagangan. Di Prancis, meskipun tingkat risiko flu burung baru-baru ini meningkat dari “tinggi” menjadi “sedang”, para profesional memantau situasi dengan cermat untuk mengantisipasi ketegangan di pasar nasional.

Lonjakan harga di Amerika Serikat sangat penting: dalam satu tahun, harga rata-rata selusin telur telah naik dari kurang dari $3 menjadi sekitar $8, meningkat lebih dari 65%. Hal ini menyoroti kerentanan rantai pasokan terhadap krisis kesehatan dan menggarisbawahi pentingnya strategi pengadaan yang beragam untuk memastikan stabilitas pasar pangan. (Patrick Hasaj)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *