RINCIH.COM. Kemewahan lebih dari sekadar label harga. Ini adalah perpaduan kompleks antara warisan, eksklusivitas, keahlian, dan ekuitas merek. Dunia mode dan perhiasan ditentukan oleh hierarki yang diam namun kuat, yang memisahkan maison ultra-eksklusif dari merek mewah yang aspiratif.
Di puncaknya adalah merek-merek yang melambangkan kemewahan dan kelangkaan, seperti Richard Mille, Graff, Hermès, CHANEL dan Delvaux.
Malte Karstan menegaskan, hal ini bukan hanya merek, tapi lembaga budaya. Hermès, misalnya, terkenal tidak hanya karena tas Birkin dan Kelly, tetapi juga karena keahliannya yang cermat dan pasokannya yang terbatas. Jam tangan Richard Mille sering melebihi enam angka dan direkayasa seperti mesin Formula 1.
“Merek-merek ini tidak hanya menjual produk, mereka menjual ideologi keunggulan dan akses,” ungkapnya, Selasa (1/7/2025).
Malte menambahkan, pada posisi kedua, ada merek yang memadukan aksesibilitas kelas atas dengan keahlian elit, seperti Christian Dior Couture, Cartier, Bvlgari, Chopard, Van Cleef & Arpels, ROLEX, Tiffany & Co., Louis Vuitton dan CHAUMET.
“Nama-nama ini legendaris, mewakili nilai dan prestise abadi. Mereka mendominasi warisan dan pengaruh pasar massal, menempati ruang di budaya pop dan lingkaran elit,” tambahnya.
Tingkat ketiga mencakup rumah mode ikonik dengan daya tarik global dan narasi merek yang kuat: Saint Laurent, TOM FORD, DOLCE&GABBANA, Versace, Giorgio Armani, Bottega Veneta, GIVENCHY, Valentino, Burberry, Loro Piana, Gucci, Fendi, Prada dan BALENCIAGA.
“Meskipun sangat sukses, merek-merek ini melayani audiens yang lebih luas dan lebih terlihat dalam ritel, media, dan kolaborasi mode kelas atas,” katanya.
Namun pada tingkat desainer mewah dan premium yang dapat diakses, terdapat Berluti, Loewe, CELINE, Jimmy Choo, Maison Margiela, Balmain, Chloé, Rabanne, KENZO Mode dan Christian. Louboutin. “Merek-merek ini bergaya dan seringkali inovatif, tetapi lebih mudah diakses dalam hal harga dan ketersediaan,” ungkapnya.
Di dasarnya, terdapat segmen ritel mewah dan premium tingkat pemula: Miu Miu, kate spade, FURLA, Ralph Lauren, Pelatih, Calvin Klein, Michael Kors dan Marc Jacobs.
“Merek-merek ini memberikan daya pikat kemewahan tanpa titik harga yang ekstrem. Mereka berfungsi sebagai pintu gerbang bagi konsumen mewah yang sedang berkembang yang aspiratif dan sadar merek,” jelasnya.
Malte melanjutkan, piramida ini tidak hanya mencerminkan prestise merek tetapi juga persepsi konsumen, strategi distribusi, afiliasi selebriti, dan relevansi historis. “Ini membantu konsumen dan profesional menavigasi dunia kemewahan berlapis dengan lebih jelas,” katanya. (Septiadi)

