RINCIH.COM. Brittain Ladd, Supply Chain Strategy menjelaskan, memasang pusat pemenuhan mikro (MFC) yang didukung oleh AutoStore⢠atau membuka Pusat Pemenuhan Pelanggan (CFC) dari Ocado Group, tidak cukup untuk mengurangi biaya pemenuhan bahan makanan online ke tingkat serendah mungkin.
“Dibutuhkan kombinasi teknologi dan proses ramping,” tegasnya, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, MFC paling baik digunakan untuk pengiriman bahan makanan yang dapat dilakukan dalam waktu 2 hingga 24 jam. Sedangkan, CFC paling baik digunakan untuk pengiriman yang dapat dilakukan dalam waktu 12 hingga 24 jam.
“Konsumen akan menginginkan pengecer bahan makanan untuk mengirimkan dalam waktu 30 menit dan memberikan visibilitas 100% dari pesanan. Itu terjadi,” katanya.
Lanjutnya, pengiriman 30 menit tidak dapat dipenuhi menggunakan MFC otomatis karena kecepatan pengambilan terlalu lambat; terutama untuk sistem berbasis kubus seperti “AutoStoreā¢.
Ladd menambahkan, MFC terlalu banyak integrator sistem yang memilih untuk mengabaikan kenyataan, dan mereka mendukung proyek MFC yang hanya akan memenuhi 100 hingga 200 pesanan per hari. “Ketika minimal 500+ pesanan online per hari diperlukan untuk membenarkan otomatisasi. Proyek-proyek itu seharusnya tidak pernah disetujui,” ungkapnya.
Pengiriman 30 menit telah memaksa pengecer bahan makanan untuk kembali ke titik awal untuk memenuhi pesanan bahan makanan online dari toko mereka. Ini berarti meningkatkan jumlah pemetik di lorong dari Instacart, DoorDash, atau karyawan mereka sendiri, dan mengurangi pengalaman pelanggan. Ini adalah solusi yang salah.
DoorDash, Instacart, Amazon atau Uber, membuka fasilitas untuk memenuhi pesanan bahan makanan online dalam 30 menit, 2 hingga 4 jam, hari yang sama atau hari berikutnya.
“Pengecer mengalihdayakan pemenuhan bahan makanan online dan membayar biaya untuk setiap pesanan yang dipenuhi,” tutupnya. (NcangSepti)

