Depok — Suasana berbeda tampak di sudut ruang terbuka di Kota Depok pada akhir pekan ini 21 Desember 2025. Deretan bonsai dengan beragam bentuk, ukuran, dan karakter berjajar rapi, menyita perhatian siapa pun. Kegiatan bertajuk “Ada Bonsai di Depok” dibawah naungan PPBI cabang Depok ini menjadi momentum berkumpulnya para pecinta tanaman bonsai dari Depok dan wilayah sekitarnya dalam sebuah acara jemur bareng yang hangat dan penuh kebersamaan.

Kegiatan jemur bareng bonsai ini diikuti oleh puluhan hingga ratusan penghobi bonsai dari berbagai latar belakang, mulai dari pehobi pemula, kolektor, seniman bonsai, hingga penggiat komunitas bonsai lokal. Mereka datang membawa koleksi bonsai terbaik masing-masing, tidak hanya untuk dijemur bersama, tetapi juga untuk saling bertukar pengalaman, ilmu, dan inspirasi.
Beragam jenis bonsai ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari beringin, serut, kimeng, sancang, anting putri, asam jawa, hingga berbagai jenis tanaman lokal lainnya yang telah dibentuk dengan teknik dan gaya yang beragam. Setiap bonsai memiliki cerita dan proses panjang di balik pembentukannya, yang kerap menjadi bahan diskusi menarik antar peserta.
Menurut salah satu panitia kegiatan, acara Ada Bonsai di Depok lahir dari keinginan para penghobi bonsai untuk memiliki ruang berkumpul yang santai dan terbuka. “Kami ingin menciptakan suasana di mana pecinta bonsai bisa berkumpul tanpa sekat, saling belajar, dan menikmati proses merawat bonsai bersama-sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jemur bareng bukan sekadar menjemur tanaman di bawah sinar matahari. Dalam dunia bonsai, kegiatan ini memiliki banyak manfaat, mulai dari menjaga kesehatan tanaman, mencegah jamur, hingga mengamati kondisi daun, batang, dan media tanam secara lebih detail. Dengan berkumpul bersama, para peserta juga bisa langsung berdiskusi jika menemukan permasalahan pada bonsainya.
Suasana acara terasa akrab dan penuh kekeluargaan. Para peserta tampak antusias berbincang, saling bertanya, dan memberi masukan satu sama lain. Tidak jarang, pemilik bonsai dengan pengalaman lebih lama membagikan tips seputar teknik pemangkasan, pengawatan, pemilihan pot, hingga strategi pembentukan cabang agar menghasilkan karakter bonsai yang kuat dan alami.



Selain diskusi teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi penghobi pemula. Banyak peserta baru yang datang untuk belajar langsung dari para senior bonsai. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan praktis yang sulit diperoleh hanya dari membaca atau menonton video. Interaksi langsung dinilai lebih efektif karena bisa melihat contoh nyata dan bertanya secara langsung.
Salah satu peserta dari wilayah sekitar Depok mengaku senang bisa mengikuti acara ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan seperti ini membuatnya semakin semangat menekuni hobi bonsai. “Biasanya saya merawat bonsai sendiri di rumah. Dengan acara seperti ini, saya jadi bisa belajar dari teman-teman lain dan melihat berbagai gaya bonsai yang berbeda,” katanya.
Tak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, Ada Bonsai di Depok juga berperan sebagai sarana mempererat silaturahmi antar komunitas bonsai. Beberapa pecinta bonsai dari daerah sekitar turut hadir, menambah semarak acara. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa bonsai mampu menjadi media pemersatu lintas wilayah dan usia.



Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum. Masyarakat yang belum memiliki bonsai pun dipersilakan datang untuk melihat, belajar, dan mengenal lebih dekat seni bonsai. Harapannya, minat masyarakat terhadap bonsai dapat terus tumbuh dan berkembang.
Selain jemur bareng dan diskusi, acara ini juga diisi dengan sesi santai seperti penilaian informal terhadap bonsai peserta, berbagi pengalaman sukses maupun kegagalan dalam merawat bonsai, serta obrolan ringan seputar tren bonsai terkini. Beberapa peserta juga memanfaatkan momen ini untuk bertukar tanaman, pot, dan perlengkapan bonsai secara informal.
Menurut panitia, seni bonsai bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga tentang kesabaran, ketekunan, dan kedekatan dengan alam. Proses membentuk bonsai membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sehingga kegiatan seperti ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai positif tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin bonsai tidak hanya dipandang sebagai hobi orang tua. Bonsai adalah seni hidup yang bisa dinikmati siapa saja. Dengan kegiatan yang santai dan terbuka seperti ini, kami berharap anak muda juga tertarik untuk belajar dan terlibat,” tambahnya.
Pemerhati lingkungan juga menilai kegiatan komunitas bonsai memiliki dampak positif terhadap kesadaran lingkungan. Merawat tanaman secara rutin membuat seseorang lebih peduli terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. Bonsai, meskipun berukuran kecil, tetap mengajarkan pentingnya keseimbangan ekosistem dan perawatan berkelanjutan.
Kegiatan Ada Bonsai di Depok dibawah naungan PPBI cabang Depok diharapkan dapat menjadi agenda rutin komunitas bonsai di wilayah Depok dan sekitarnya. Dengan dukungan berbagai pihak, acara ini berpotensi berkembang menjadi event yang lebih besar, bahkan menjadi ikon kegiatan bonsai di Kota Depok.
Pemenang Kategori Favorit

Ke depan, panitia berencana mengemas acara serupa dengan konsep yang lebih variatif, seperti workshop teknik bonsai, pameran mini, hingga kolaborasi dengan pelaku UMKM dan komunitas kreatif lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan bonsai ke masyarakat yang lebih luas sekaligus mendukung ekonomi kreatif lokal.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanaman, Ada Bonsai di Depok menjadi bukti bahwa hobi bonsai tidak hanya tentang merawat tanaman, tetapi juga membangun komunitas, berbagi pengetahuan, dan menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.
