RINCIH.COM. Di tahun 2025 keberlanjutan bukan lagi latihan branding, melainkan prioritas strategis. Setiap industri, termasuk barang konsumsi, manufaktur, ritel, pengemasan, logistik, serta teknologi, menghadapi perubahan mendasar.
Bahan organik terurai relatif cepat.
Kertas toilet terurai dalam 2 hingga 4 minggu, kulit pisang membutuhkan waktu 2 hingga 5 minggu, sedangkan koran membutuhkan waktu sekitar 6 minggu. Inti apel biasanya menghilang dalam waktu 2 bulan, kotak kardus juga sekitar 2 bulan, sedangkan kulit jeruk membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.
Kain alami bersama dengan bahan dasar membutuhkan lebih banyak waktu, namun tetap dapat dikelola dalam siklus lingkungan. Kaos katun rusak dalam 2 hingga 5 bulan, kayu lapis membutuhkan waktu 1 hingga 3 tahun, kaus kaki wol membutuhkan antara 1 hingga 5 tahun.
Setelah bahan industri memasuki gambar, garis waktu meluas secara signifikan. Filter rokok bertahan selama 1 hingga 10 tahun, permen karet bertahan sekitar 5 tahun, sepatu kulit bertahan selama 25 hingga 40 tahun. Kaleng membutuhkan waktu sekitar 50 tahun untuk terurai, ban karet bertahan selama 50 hingga 80 tahun, sedangkan kaleng aluminium dapat bertahan selama 80 hingga 200 tahun.
Produk plastik memperpanjang garis waktu lebih jauh. Sedotan plastik bertahan selama sekitar 200 tahun, kantong plastik bertahan antara 200 hingga 500 tahun, popok sekali pakai membutuhkan sekitar 250 hingga 500 tahun. Cincin plastik enam bungkus tetap ada selama sekitar 400 tahun, botol air plastik bertahan sekitar 450 tahun, sikat gigi plastik sekitar 500 tahun, tali pancing nilon sekitar 600 tahun.
Beberapa bahan secara efektif tidak pernah hilang dalam kerangka waktu manusia. Botol kaca dapat bertahan selama lebih dari 1.000.000 tahun, cangkir styrofoam selama lebih dari 1.500.000 tahun, sedangkan aluminium foil dianggap tidak dapat terurai secara hayati.
Organisasi yang berwawasan ke depan semakin merespons melalui strategi ekonomi sirkular termasuk inovasi kemasan yang dapat didaur ulang, penelitian bahan yang dapat terurai secara hayati, model produksi loop tertutup, sistem produk yang dapat diisi ulang, pengurangan limbah rantai pasokan, program tanggung jawab produsen yang diperluas. (NcangSepti, Malte Karstan)

