RINCIH.COM-INDONESIA. Aice bukan sekadar es krim. Ini adalah pelajaran tentang bagaimana membaca arus konsumen yang berubah dalam 365 hari. Angka 27,27 persen tidak muncul begitu saja. la adalah hasil dari keberanian untuk tidak puas dengan pencapaian delapan tahun berturut-turut.
Wahyu Ari Wicaksono, Marketing Strategis memgatakan, ketika sebagian besar pelaku industri terjebak dalam zona nyaman mempertahankan pangsa pasar, Aice justru membaca satu sinyal penting: loyalitas hari ini bukan jaminan untuk besok.
“TBI yang melonjak dari 10,60 persen menjadi 27,27 persen atau setara pertumbuhan 157 persen tahunan adalah bukti bahwa konsumen Indonesia sedang mencari merek yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dirasakan,” katanya, Selasa (1/9/2026).
Ari menjelaskan, ada tiga hal yang bisa ditangkap dari fenomena ini:
1. Inovasi bukan tentang “baru”, melainkan tentang “pengalaman”
Aice Crispy Balls Shine Muscat tidak sekadar menambah varian. la menciptakan sensasi multi-tekstur yang viral: crispy, creamy, chewy, fresh. Di era konten digital, produk yang tidak bisa diceritakan adalah produk yang mati.
2. Akses adalah bentuk respek
Lebih dari 100 varian di ratusan ribu outlet di seluruh provinsi Indonesia. Ini bukan sekadar distribusi. Ini adalah pernyataan bahwa merek yang ingin dicintai harus hadir di mana pun konsumen berada.
“Kepercayaan adalah aset yang harus diperbarui setiap hari,” katanya.
Sebelumnya, Sylvana Zhong, Senior Brand Manager Aice mengatakan, kepercayaan konsumen harus diperoleh kembali setiap hari. Di dunia bisnis, tidak ada yang namanya pensiun dari mendengarkan pasar.
Tema Top Brand Award 2026, “Respectful Brand”, mengingatkan bahwa keberlanjutan merek tidak dibangun oleh gimmick jangka pendek. la dibangun oleh integritas, konsistensi, dan keterlibatan yang tulus.
Ari sejalan dengan Handi Irawan Djuwadi, CEO Frontier, menyebut ini sebagai “hubungan emosional yang berkelanjutan.” Karena di ujung rantai distribusi, yang kita hadapi bukanlah data, melainkan manusia dengan selera yang terus bergerak. (NcangSepti)

