RINCIH.COM-INDONESIA. Merek perawatan bayi dan anak ini berada di bawah PT Barclay Products, perusahaan yang merupakan bagian dari Tempo Scan Group. PT Barclay Products mengelola sejumlah merek di kategori perawatan bayi dan anak, dengan MY BABY dan MY BABY Kids sebagai portofolio utamanya.
Managing Director Brand Creative Content & Communication Cosmetic, Consumer & Health Care Tempo Scan Group, Audrey Yolanda Gandadjaja mengatakan, selama lebih dari 40 tahun, MY BABY telah mendampingi keluarga Indonesia dengan keyakinan bahwa setiap keputusan yang diambil orang tua untuk merawat si kecil merupakan wujud kasih sayang yang memiliki arti besar bagi tumbuh kembang anak.
“Setiap perhatian, sekecil apa pun, dapat menciptakan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi si Kecil. Keyakinan inilah yang terus mendorong MY BABY menghadirkan produk perawatan bayi dan anak yang berkualitas dan sudah dipercaya 9 dari 10 ibu di Indonesia untuk mendampingi setiap tahap tumbuh kembang si kecil,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (3/9/2026).
Dalam konteks kompetisi, persaingan di pasar tidak hanya datang dari merek lama. Sejumlah pemain baru memperoleh ruang melalui inovasi produk serta pendekatan berbasis komunitas.
Perubahan tersebut membuat perusahaan perlu membangun diferensiasi di luar harga. Formulasi, keamanan, reputasi merek, distribusi, serta pengalaman konsumen menjadi bagian dari faktor yang dapat menentukan pilihan orang tua.
Sementara, Euromonitor melihat pemasaran berbasis komunitas dan kombinasi kanal digital dengan aktivitas fisik menjadi semakin relevan dalam kategori produk bayi dan anak. Perubahan ini sejalan dengan perilaku konsumen yang semakin banyak mencari informasi produk melalui kanal digital sebelum melakukan pembelian.
Di Indonesia, produk MY BABY dan MY BABY Kids didistribusikan melalui berbagai kanal, mulai dari pasar tradisional, minimarket, supermarket, hypermarket hingga platform e-commerce. Portofolionya mencakup produk perawatan bayi, toiletries, perawatan kulit, hingga sejumlah produk kebutuhan rumah tangga.
Persaingan tersebut juga memperlihatkan perubahan karakter pasar perawatan bayi dan anak. Kebutuhan dasarnya relatif berulang, tetapi pilihan merek dan kanal pembelian semakin banyak. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya memenangkan transaksi hari ini, melainkan perlu mempertahankan preferensi orang tua sepanjang berbagai tahap tumbuh kembang anak.
Audrey meyakini, strategi mempertahankan posisi di pasar pada akhirnya bertumpu pada kombinasi portofolio produk, distribusi, dan hubungan jangka panjang dengan konsumen. Pasar tetap tumbuh tetapi semakin selektif, loyalitas menjadi aset yang sama pentingnya dengan volume penjualan. (NxangSepti)

