RINCIH.COM-INDONESIA. Euromonitor International mencatat penjualan ritel produk khusus bayi dan anak di Indonesia mencapai Rp6,69 triliun pada 2025, tumbuh 4 persen secara nilai dibandingkan tahun sebelumnya. Kategori ini mencakup berbagai produk, mulai dari perawatan kulit, rambut, toiletries, hingga produk perawatan bayi dan anak lainnya.
Pertumbuhan tersebut berlangsung di tengah perubahan pola konsumsi. Euromonitor menilai inovasi formulasi, kredibilitas produk, serta strategi pemasaran berbasis komunitas menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi persaingan di kategori produk bayi dan anak.
Pemain industri juga semakin mengombinasikan kanal digital dengan aktivitas fisik untuk membangun interaksi dengan konsumen.
Tekanan daya beli membuat persoalan nilai produk menjadi semakin penting.
Pada kategori popok bayi, misalnya, penjualan ritel di Indonesia turun 8 persen menjadi Rp24,97 triliun pada 2025. Volume penjualan juga terkoreksi 5 persen menjadi sekitar 7,93 miliar unit. Euromonitor menyebut harga menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam keputusan pembelian di tengah tekanan terhadap pendapatan rumah tangga.
Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak hanya perlu mempertahankan kualitas produk, tetapi juga mencari cara untuk menjaga hubungan dengan konsumen setelah pembelian. (NcangSepti)

