Instacart. Foto: ist

RINCIH.COM. Instacart meluncurkan fitur-fitur baru yang dirancang untuk merampingkan pemesanan massal secara langsung melalui situs e-commerce pengecer sendiri. Langkah ini memungkinkan toko kelontong untuk melayani dan menangkap pasar B2B yang menguntungkan dengan lebih baik, termasuk klien seperti restoran, kantor, dan sekolah, dengan melengkapi platform mereka dengan alat khusus.

Peningkatan ini membantu pengecer bersaing lebih efektif untuk pelanggan bisnis bervolume tinggi, membuka aliran pendapatan baru yang signifikan. Dengan mengintegrasikan fitur-fitur ini, toko kelontong sekarang dapat langsung memenuhi kebutuhan klien bisnis yang kompleks.

Alat baru mencakup akun multi-pengguna, kontrol pengeluaran, dan penyusunan ulang yang disederhanakan. Ryan Hamburger, VP Kemitraan Ritel di Instacart, mengatakan, pihaknya dapat memudahkan pengecer untuk menangkap lebih banyak permintaan yang terus meningkat ini.

“Ini menandakan langkah strategis untuk memberdayakan peritel individu dengan kemampuan e-commerce B2B yang kuat yang sama yang sebelumnya merupakan keuntungan utama dari pasar Instacart pusat,” katanya, mengutip Boolanga Bites, Kamis (23/10/2025).

Pengembangan ini memposisikan Instacart sebagai mitra teknologi penting bagi toko kelontong, memungkinkan mereka untuk memperluas jangkauan digital mereka ke sektor B2B. Kita dapat berharap untuk melihat lebih banyak pengecer mengadopsi fitur-fitur ini untuk membangun saluran online langsung mereka sendiri. (NcangSepti, Peter Tailor)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *