RINCIH.COM. Raksasa ritel asal Tiongkok, JD.COM, sepenuhnya berkomitmen pada Eropa. Perusahaan tidak hanya ingin tumbuh dengan Joybuy toko online, tetapi juga melalui akuisisi induk MediaMarkt, Ceconomy. Ini memberi JD jaringan sekitar seribu toko fisik sekaligus. Akuisisi ini masih dalam pengawasan dari regulator Eropa.
Dirk Mulder, Sector Banker Trade & Retail at ING Business mengatakan, JD menonjol dibandingkan pemain China lain seperti Temu dan AliExpress. Di mana banyak platform terutama merupakan marketplace, JD membeli produk sendiri, mengelola stoknya sendiri, dan berinvestasi besar-besaran dalam logistik.
“Ini membutuhkan modal besar, tetapi memberi perusahaan kontrol lebih atas kualitas, pengiriman, dan layanan pelanggan,” katanya, Senin (27/7/2026).
Di Tiongkok, banyak pesanan bahkan dikirim dalam waktu satu jam. Di Eropa, JD menjanjikan pengiriman di hari yang sama untuk pesanan yang dilakukan sebelum pukul sebelas.
Menurut Dirk, kekuatan JD juga terletak pada kerja sama erat dengan para produsen. Melalui data dari perilaku pencarian dan media sosial, keinginan konsumen baru dengan cepat diterjemahkan ke dalam produk. :Berkat komunikasi yang singkat antara merek dan produsen, rangkaian produk dapat disesuaikan dengan cepat dan harga tetap kompetitif,” katanya.
Joybuy kini menjual campuran merek Eropa dan internasional. Menurut JD, sekitar setengah pasokan berasal dari Eropa, sebagian besar berasal dari Belanda. Perusahaan juga melihat peluang untuk memberikan akses kepada konsumen Tiongkok kepada merek Eropa melalui jaringan Tiongkok mereka.
Dorongan untuk berkembang tidak datang begitu saja. Ekonomi Tiongkok tumbuh lebih lambat dan konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam membelanjakan.
Akibatnya, pengecer besar mencari pasar baru. Eropa menarik karena belanja online memiliki porsi yang lebih kecil di sini dibandingkan di Asia dan, menurut JD, masih banyak ruang untuk meningkatkan pengalaman berbelanja.
Tambahnya, jika akuisisi Ceconomy berhasil, JD tidak hanya akan memiliki toko, tetapi juga posisi yang solid di pasar elektronik Eropa. Kombinasi toko fisik, logistik sendiri, dan pengetahuan teknologi dapat mengguncang persaingan secara signifikan.
JD jauh lebih dari sekadar toko online Tiongkok berikutnya. Perusahaan sedang membangun ekosistem ritel lengkap di mana data, logistik, dan toko saling memperkuat. “Pengecer Eropa sebaiknya tidak hanya melihat harga, tetapi terutama kecepatan JD mengembangkan dan mengembangkan konsep baru.”(NcangSepti)

