RINCIH.COM-JAKARTA — Emiten ritel pengelola Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) melaporkan hasil kinerjanya pada Selasa (17/2/2026). Dalam laporan tersebut, MPPA meraih penjualan bersih senilai Rp7,25 triliun sepanjang 2025 atau naik 1,9% dari capaian tahun sebelumnya yakni Rp7,11 triliun.
Kenaikan top-line tersebut diikuti oleh penebalan laba bruto sebesar 2,8% menjadi Rp1,26 triliun, didorong oleh perbaikan bauran penjualan dan strategi merchandising.
CEO MPPA Adrian Suherman menjelaskan, kinerja FY 2025 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam memperkuat fundamental perseroan melalui pengelolaan biaya yang disiplin.
“Respons positif terhadap inisiatif rebranding semakin memperkuat keyakinan kami bahwa upaya ini akan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Adrian dalam keterangan resmi.
Meskipun pendapatan mengalami pertumbuhan, MPPA mencatatkan laba operasional sebesar Rp26 miliar. Perolehan itu terkoreksi 23,1% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp33 miliar. Penurunan tersebut dipicu oleh langkah perseroan yang tetap gencar berinvestasi pada inisiatif operasional, inovasi format ritel baru, serta penyegaran produk demi memperkuat daya saing jangka panjang.
Di sisi lain, MPPA masih mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp152,19 miliar pada 2025, membengkak dari rugi Rp118,11 miliar pada 2024. Manajemen menyebutkan rugi ini dipengaruhi oleh beban non-operasional, sementara kinerja operasional inti ritel diklaim tetap menunjukkan resiliensi.
Memasuki tahun 2026, perseroan akan fokus pada percepatan strategi berorientasi pelanggan dengan memastikan ketersediaan produk segar dan kebutuhan keluarga dengan harga terjangkau.
MPPA juga berencana memperkuat produktivitas gerai dan melakukan ekspansi selektif, terutama ke wilayah yang belum terjangkau (underserved), melalui pendekatan ritel terintegrasi dan peningkatan keterlibatan digital. (NcangSepti)
