RINCIH.COM. PUMA telah menunjuk spesialis perdagangan digital Dusan Hamlin untuk menduduki posisi yang baru dibuat, yaitu Wakil Presiden E-Commerce, seiring raksasa pakaian olahraga ini terus memperkuat bisnis penjualan langsung ke konsumennya.
Hamlin bergabung dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang transformasi digital dan e-commerce, setelah sebelumnya memimpin inisiatif digital di Adidas dan Reebok. Baru-baru ini, ia ikut mendirikan perusahaan pemasaran kinerja global M&C Saatchi Performance dan konsultan inovasi digital This Place, sekaligus menjabat sebagai anggota dewan direksi perusahaan perangkat lunak yang terdaftar di bursa Tokyo, Asteria Corporation.
Kepada Chief Commercial Officer Matthias Bäumer, Hamlin mengatakan, akan mengawasi strategi global dan arah komersial operasi digital dan e-commerce PUMA. Pengangkatan ini menyusul keputusan PUMA pada akhir tahun 2025 untuk memisahkan divisi penjualan langsung ke konsumen menjadi fungsi Ritel Global dan E-Commerce Global yang terpisah, yang mencerminkan semakin pentingnya penjualan online dan keterlibatan konsumen digital bagi bisnis tersebut.
Matthias Bäumer, Chief Commercial Officer di PUMA mengatakan dengan Dusan, pihaknya telah menemukan seorang ahli transformasi digital yang terbukti mampu membawa E-Commerce PUMA ke level berikutnya.
“Saluran digital kami menjadi semakin penting bagi bisnis kami dalam beberapa tahun terakhir. Mengingat hal ini, sangat penting untuk membentuk kepemimpinan e-commerce khusus untuk lebih mengembangkan strategi kami dan meningkatkan pengalaman konsumen di seluruh situs web, aplikasi, dan marketplace kami,” katanya mengutip theindustry.fashion, Kamis (23/7/2026)
Hamlin menambahkan, pihaknya memiliki peluang besar di PUMA dan akan terus meningkatkan kemampuan platformnya secara signifikan, Tak hanya itu, pihaknya juga menerapkan model operasional kelas dunia dan tim digital yang diperluas untuk mendukung tujuannya.
“Teknologi yang muncul secara global seperti perdagangan sosial dan perdagangan berbasis AI dalam skala besar akan menjadi fokus utama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami.”
Pengangkatan ini terjadi seiring PUMA melanjutkan transformasi strategisnya di bawah kepemimpinan CEO Arthur Hoeld. Perusahaan tersebut menggambarkan tahun 2026 sebagai tahun transisi karena berupaya memulihkan pertumbuhan melalui efisiensi biaya, pengurangan persediaan, dan peningkatan model distribusinya, sambil berinvestasi dalam infrastruktur digital dan saluran penjualan langsung ke konsumen.
Dalam laporan keuangan triwulanan terbarunya , PUMA melaporkan peningkatan penjualan langsung ke konsumen sebesar 3,8% meskipun pendapatan secara keseluruhan menurun, yang menyoroti semakin pentingnya operasi ritel dan digital milik perusahaan dalam meletakkan fondasi untuk kembali tumbuh mulai tahun 2027.
Sejak awal tahun, PUMA telah gencar melakukan perekrutan, dan Hamlin menjadi rekrutan keenam perusahaan dalam beberapa bulan terakhir. Yang menarik, sebagian besar rekrutan baru memiliki latar belakang dari pesaing terbesar merek pakaian olahraga tersebut, terutama Adidas dan Nike, yang menyoroti ambisi PUMA untuk memantapkan posisinya sebagai salah satu dari tiga merek pakaian olahraga global teratas. (NcangSepti, Catherine Rowe-Kosary)

