RINCIH.COM. Sektor e-commerce Asia Tenggara terus berkembang, dengan dinamika tingkat platform yang semakin ditentukan oleh Shopee, Tik Tok Shop, Tokopedia, dan Lazada.
Menurut laporan Momentum Works Ecommerce in Southeast Asia 2026, Shopee tetap menjadi platform terkemuka, mencapai perkiraan US$83,2 miliar GMV pada tahun 2025. Hal ini mencerminkan pertumbuhan yang konsisten dari US$24,3 miliar pada tahun 2020, memperkuat keunggulan skalanya di beberapa pasar Asia Tenggara.
Pada saat yang sama, gabungan GMV TikTok Shop bersama dengan Tokopedia menjadi signifikan secara material. Pada tahun 2025, Tik Tok Shop mencapai US$45,6 miliar, sedangkan Tokopedia menyumbang US$9,0 miliar.
Tik Tok Shop menunjukkan kurva pertumbuhan tercuram dalam kumpulan data, berkembang pesat dari basis minimal pada tahun 2021 menjadi platform regional utama pada tahun 2025.
“Hal ini mencerminkan meningkatnya adopsi model perdagangan berbasis konten terintegrasi, di mana penemuan, keterlibatan, pembelian terjadi dalam satu lingkungan.” kata Malte Karstan, Rabu (29/4/2026).
Tokopedia terus mewakili pangsa GMV yang signifikan, khususnya di Indonesia. Kontribusinya meningkatkan skala gabungan saat dinilai bersama Tik Tok Shop, meskipun kedua platform tetap berbeda secara operasional dalam data yang disajikan.
Lazada menunjukkan lintasan yang relatif stabil, mencapai US$18,0 miliar pada tahun 2025. Meskipun masih relevan, tingkat pertumbuhannya tampak lebih moderat jika dibandingkan dengan Shopee serta Tik Tok Shop.
Kumpulan data menggambarkan pasar yang berkembang sambil menjadi lebih kompetitif secara struktural. Shopee mempertahankan kepemimpinan yang jelas, namun Tik Tok Shop bersama dengan Tokopedia membentuk kekuatan sekunder yang cukup besar. (NcangSepti, Malte Karstan)

