Bus klontong Migros. Foto: ist

RINCIH.COM. Ramai di Linkedin dan Instagram, narasi populer mengklaim bahwa Denmark menggunakan kembali bus tua menjadi toko kelontong keliling untuk membawa makanan segar kepada penduduk lanjut usia. 

Pada 12 Desember 2025, Reuters Fact Check menyelidiki klaim ini dan tidak menemukan bukti yang dapat diverifikasi dari program semacam itu di Denmark. Baik Kementerian Warga Lanjut Usia Denmark maupun otoritas transportasi umum tidak mengkonfirmasinya, dan perusahaan yang disebutkan dalam posting media sosial membantah terlibat. Tidak ada inisiatif resmi untuk mengubah bus pensiunan menjadi toko kelontong yang ditemukan.

Perbedaan ini penting dalam penceritaan ritel: narasi viral bisa terasa benar, tetapi memerlukan verifikasi. Contoh sejarah nyata dari inovasi ritel berasal dari Migros salah satu koperasi terbesar di Eropa.

Didirikan pada tahun 1925 di Zurich, Swiss, Migros-Genossenschafts-Bund dimulai dengan menjual bahan makanan pokok dari kendaraan yang bepergian desa.

Dari tahun 1925 hingga 2007, Migros mengoperasikan toko bus bergulir yang membawa bahan makanan langsung ke komunitas di seluruh Swiss. Pada tahun 1960-an, sebanyak 144 bus kelontong melayani wilayah Swiss-jaringan ritel seluler sejati.

Migros juga ikut mendirikan Migros Ticaret (Türk) pada tahun 1954, yang menjadi independen pada tahun 1975 dan sekarang menjadi pengecer terbesar di Turki.

Contoh-contoh Migros ini menunjukkan bagaimana solusi ritel seluler dapat bekerja dalam skala besar jika didukung oleh logistik, operasi, dan dampak terverifikasi. Kisah bus Denmark, sebaliknya, tetap belum diverifikasi dan kemungkinan besar tipuan, meskipun visual menarik dan niat baik. (NcangSepti)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *