RINCIH.COM. China menjadi pembangkit global dalam ekspor makanan mewah. Contoh kasus: kaviar.
Dominique Pierre Locher, Generation Digital Pioneer mengatakan, sementara Eropa dan AS memperdebatkan tarif dan proteksionisme perdagangan, produsen China seperti Kaluga Queen (berbasis di Danau Qiandao dan produsen kaviar terbesar di dunia – Hangzhou Thousand Island Lake Sturgeon Technology Co., Ltd) diam-diam mengambil alih antara 50% dan 66% pasar kaviar global.
“Pergeseran itu bersifat struktural-bukan oportunistik. Produksi yang efisien, dukungan negara, dan strategi ekspor jangka panjang menantang pemasok lama dari Rusia dan Iran,” katanya kemarin.
Menurutnya, makanan mewah telah lama menjadi benteng barat-berlabuh pada warisan, terroir, dan hambatan masuk yang tinggi. Jika China dapat mengkomoditisasi dan menskalakan kategori seperti kaviar sambil mempertahankan kualitas yang dirasakan, buku pedoman yang sama dapat diterapkan pada kategori premium lainnya. Salmon, truffle, daging sapi wagyu, dan bahkan segmen susu khusus adalah yang berikutnya.
“Ini bukan hanya tentang makanan. Ini adalah sinyal yang lebih luas. Pertempuran gourmet bukan lagi hanya tentang rasa-ini adalah strategi ekonomi,” tegasnya. (NcangSepti)

