Logo Alibaba. Foto: istimewa

RINCIH.COM. Tekanan terhadap Alibaba semakin bersifat struktural. Menurut data yang dilaporkan, pangsa waktu penggunaan Alibaba di antara 50 aplikasi terbesar di China turun menjadi 5,3%, sementara ByteDance, perusahaan di balik Douyin dan TikTok, mencapai 40,1%.

Taobao Marketplace juga keluar dari 10 aplikasi teratas berdasarkan waktu yang dihabiskan. Perkembangan di e-commerce sama signifikannya: pangsa e-commerce Tiongkok yang dilaporkan Alibaba turun dari 51,3% menjadi 37,3%.

Alimama, platform periklanan Alibaba dan secara historis merupakan mesin monetisasi penting, dilaporkan mengenakan biaya kepada pedagang sebesar 7,2% dari GMV. Menurut data yang dilaporkan, hal ini menyumbang lebih dari 30% pedagang yang beroperasi dengan kerugian.

Dominique Pierre Locher,  Innovation-Led mengatakan, hal ini semakin berkaitan dengan perhatian, lalu lintas, ekonomi pedagang, dan kemampuan mengubah keterlibatan menjadi perdagangan.

“Pergeseran dari Alibaba Group menuju ByteDance sangat relevan dalam konteks ini. Ketika perhatian konsumen beralih ke platform berbasis konten, anggaran iklan dan peluang perdagangan dapat mengikuti,” katanya dalam LinkedIn, Rabu (12/8/2026). (NcangSepti)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *