Ilustrasi Bany Boomer. Foto: ist

RINCIH.COM. Ada kesenjangan yang berkembang dalam cara generasi mengalami ritel. Sementara pembeli yang lebih muda mengejar kecepatan, checkout mandiri, dan pengangkutan yang digerakkan oleh Tik Tok.

Irena Cerovina, Retail & Consumer Goods Executive mengatakan, Boomer masih kembali ke sisi manusia dari ritel layanan, fasilitas di dalam toko, dan hubungan tepercaya. “Ini bukan hanya nostalgia. Itu nilai,” katanya, kemarin.

Sementara, klien di dalam toko mendapatkan pengiriman messenger gratis. Penata gaya memilih sendiri pakaian dan membebaskan biaya pengiriman. Kebijakan pengembalian lebih murah hati, bukan hukuman.

“Ini adalah pembeda nyata dan department store yang berfokus pada model sentuhan tinggi dan layanan tinggi tidak hanya bertahan mereka mengungguli,” tambahnya.

Tapi inilah ironisnya, Gen Z juga menginginkan koneksi hanya dalam format yang berbeda.

Ulasan influencer, pengeditan yang dikurasi, momen loyalitas, dan pengembalian yang mulus adalah versi “layanan” mereka.

Irena menegaskan, pengecer tidak boleh memilih pihak antar generasi. Mereka harus memadukan layanan jadul dengan pengalaman sekolah baru di mana pembeli Gen Z masih bisa merasa dikenal, dibimbing, dan dihargai tanpa pernah melangkah ke toko. (NcangSepti)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *