RINCIH.COM. Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri/Executive Director Mandiri Institute menjelaskan, belanja konsumen tetap kuat memasuki minggu pertama Desember 2025.
Mandiri Spending Index (MSI) yang merupakan indikator belanja masyarakat, per 7 Desember 2025 meningkat 2.8% dibanding minggu sebelumnya (wow) ke level 32, tumbuh lebih tinge dari minggu sebelumnya.
“Rebeund pertumbuhan belanja tahunan juga masih berlanjut rata-rata pertumbuhan tahunan belanja mingguan di 40025 mencapai 30,0% yoy lebih tinggi dari quartal tiga 2025, 29,3 persen yoy,” katanya beberapa waktu lalu.
Sementara, belanja durable goods ternormalisasi. Sedangkan menjelang nataru terjadi mobilitasi belanja yang kuat, sehingga belanja konsumen meningkat.
Tabungan mixed alami peningkatan pada kelompok bawah, stabil pada kelompok menengah, dan turun pada kalompok atas. Secara historis, kelompok atas cenderung agresif belanja di Nataru sehingga penurunan tabungannya yang paling dalam (saving-backed consumption)
Nataru mendorong belanja. Secara historis pertumbuhan belanja tumbuh pada momen Nataru 123%. Kelompok atas dan Gen Z & Milenial merupakan pendorong utama betanja selama Nataru.
“Gen Z dan Milenial menjasi pembelanja terbesar di akhir tahun. Keduanya menyumbang 70 persen nilai belanja nasional di MSI,” tambahnya.
Top gainer belanja Nataru, konsumen di Jawa didominasi oleh ketompok leisures dan consumer goods terutama departament stores & beauty cares. Meski demikian, belum terlihat dampak peningkatan konsumsi pada kondisi bisnis. Pola konsumsi yang meningkat perlu dipastikan akan berlanjut ke depan (2026) agar korporasi lebih confident dalam berbisnis dan melakukan ekspansi. (NcangSepti)

