RINCIH.COM-CHINA. Menurut analis ritel, pasar ritel China masih terjebak dalam permintaan yang lemah dan persaingan harga meskipun pemerintah telah berupaya menjadikan toko sebagai destinumi untuk kegiatan rekreasi, hibran, dan sosial.
“Saya rasa tema yang didorong oleh harga tidak akan berubah dalam waktu dekat,” kata Walwes Man, Mitra dan Kepala Praktik Ritel Asia-Pasifik Bain & Company, kemarin.
Han mengatakan sektor ritel China mendekati periode penurunan harga, dengan lemahnya pengeluaran konsumen yang membebani pertumbuhan. Exspansi sešama beberapa dekade juga telah meninggalkan pasar dengan kelebihan rung ritel, pusat perbelanjaan, merek, dan operator.
Ia memperkirakan pertumbuhan yang rendah, persaingan yang ketat, dan tekanan berkelanjutan pada keuntungan selama tiga tahun ke depan.
Penjualan ritel barang konsumsi mrncapai $3,7 triliun pada semester pertama. Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan angka tersebut menjadi 8,94 triliun pada tahun 2030 sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan konsumsi pada empat tahun ke depan.
Jotham Lim, Kepala Pamasaran Global upala pemasaran global di Beijing Taomi Technology Co ltd mengatakan, rencana tersebut meminta pengecer berhenti bersaing dalam hal harga. “Mareka meminta toko-toko untuk layak dikunjungi karena alasan di luar harga,” katanya dalam jawaban tertulisnya.
Pedoman tersebut menekan agar lokasi ritel fisik memggabungkan kegiatam berbelanja dengan rekreasi, hiburan, pengalaman mendalam dan interaksi sosial
Lam mengatakan langkah-langkah tersebut mewakili pergeseran dari sekadar mengandalkan lalu lintas pejalan kaki.
“Hal ini menggeser fokus industri dari banyak pengunjunh menjadi meningkatkan margin keuntungan,” katanya.
“Pengalaman meningkatkan biaya tetap per meter persegi, sehingga menguntungkan tempat yang banyak pengunjungnya menghasilkan konversi dan merugikan yanh tidak.”
Pendekatan pemerintah menggabungkan ritel berhasis pengalaman dengan peningkatan infrastruktur belanja di lingkungan sekitar. Lim mengatakan bahwa lingkaran kehidupan 15 menit dalam rencana tersebut berfokus pada kebutuhan sehan-hari melalui supermarket, toko serbu ada, dan pasar tradisional, sementara langkah-langkah berbasis pengalaman menargetkan kawasan komersil, jalan pejalan kaki, pusat transportasi dan destinasi wisata.
Han mengatakan bahwa perbedaan antara toko online dan offline menjadi kurang penting setelah dua dekade pertumbuhan yang pesat
Perjualan daring barang fisik meningkat 4,8 persen sepanjang tahun ini, dhandingkan dengan pertumbuhan 1,3% pada total penjualan ritel, katanya mengutip Biro Statistik China.
Perbedaannya tidak sebesar dulu lagi,” kata Han, seraya mencatat bahwa penurunan jumlah pengunjung secata historis merupakan salah satu tantangan terbesar bagi peritel isik, tetapi konsumen sekarang lebih leluasa berpindah antara saluran digital dan fisik
Tidak ada lagi yang namanya rited offline murni,” kata Han. Ini semua tentang. omnicharmel
Lim.mengatakan tujuan pemerintah bukanlah untuk membuat toko fisik bersaing langsung dengan platform e-commeerce.
“Pedoman tersebut tidak meminta pengecer offline untuk mengalahkan pengecer online,” katanya. “Pedoman tersebut meminta pengecer offline untuk menjadi mampu secara digital.”
Rencana tersebut menyerukan peningkatan digital di bidang pembelian, manajemen inventaris, penjualan, logistik dan distribusi. Rencana ini juga mempromosikan paat belanja cerdas, pengiriman drone, dan sistem penjualan otomatis tanpa awak. (NcangSepti)

