RINCIH.COM. Sektor ritel Indonesia, khususnya di Jakarta semakin menarik perhatian pemain global. Ada delapan ritel asing baru dari berbagai kategori, mulai dari makanan hingga lifestyle, akan segera membuka gerai perdana mereka di sejumlah mal premium di Jakarta.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, masuknya merek-merek ini menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap daya beli konsumen Indonesia, sekaligus menjadi bukti bahwa mal-mal di Jakarta terus berinovasi. 

“Gelombang masuknya ritel asing ini diprediksi akan mengubah peta persaingan dan memberikan variasi baru bagi konsumen,” ujar Ferry, dikutip Kompas.com, Minggu (7/9/2025)

Berikut adalah daftar merek asing yang siap meramaikan mal-mal di Jakarta: 

Samyuga: Ritel makanan dari Korea yang akan hadir di Lippo Mall Puri 

Red Wings Shoes: Merek sepatu dan fesyen dari Amerika Serikat yang membuka gerai di Lotte Mall Jakarta 

Samsonite Black Label: Brand fesyen dan apparel ini akan membuka tokonya di Plaza Indonesia 

Roborock: Merek hobi dan lifestyle ini akan hadir di Puri Indah Mall. 

Niku Niku Oh!Kome: Ritel makanan dari Jepang yang akan membuka gerai di Central Park.

Chagee: Ritel F&B dari China yang akan hadir di PIK Avenue, Mall of Indonesia, FX Sudirman, Puri Indah Mall, Blok M Plaza, dan Lotte Mart Jakarta. 

88 Seoul by Cupbop: Merek F&B ini juga akan membuka gerai di Central park. 

Hennessy: Ritel F&B lainnya yang juga akan hadir di Senayan City. 

Fery menegaskan, masuknya ritel-ritel ini menjadi bukti bahwa mal-mal premium di Jakarta tak hanya mengandalkan merek lama, tetapi juga aktif melakukan kurasi untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih menarik.

Mal Premium Makin Perkasa 

Tren masuknya ritel asing ini mempertegas kesenjangan antara mal premium dan mal kelas bawah. Mal premium mampu mempertahankan tingkat hunian di atas 80 persen, sementara banyak mal kelas bawah hanya berada di kisaran 50–60 persen.

“Mal premium berhasil membedakan diri dengan menawarkan pengalaman lebih dari sekadar ritel, seperti destinasi kuliner, hiburan, dan gaya hidup. Hal ini membuat mal-mal tersebut lebih menarik bagi penyewa dan pengunjung,” tutur Ferry. 

Dengan masuknya delapan ritel asing ini, persaingan di sektor ritel Jakarta diprediksi akan semakin ketat. Mal-mal yang gagal berinovasi dan tidak mampu menghadirkan pengalaman unik akan semakin terancam, sementara mal-mal yang terus berinvestasi pada kualitas dan diversifikasi akan semakin perkasa. (Septiadii, Kompas)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *