Ilustrasi bisnis ritel. Foto: istimewa

RINCIH.COM. Bank Indonesia (BI)melaporkan hasil Survei Penjualan Eceran terbaru. Penjualan eceran atau ritel diperkirakan tumbuh positif secara tahunan, tetapi terjadi kontraksi secara bulanan.

Penjualan ritel yang dicerminkan dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) berada di 222,3 pada Juli. Naik 4,7% secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Peningkatan IPR tersebut terutama didorong oleh kinerja penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Subkelompok Alat Tulis,” sebut laporan BI, Kamis (11/9/2025).

Secara bulanan (month-to-month/mtm), lanjut laporan BI, penjualan eceran pada Juli terkontraksi sebesar 4,1%. Hal ini seiring dengan berakhirnya periode libur dan cuti bersama dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah. Untuk Agustus, BI memperkirakan IPR berada di 221,7. Tumbuh sebesar 2,7% yoy. 

Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Barang Budaya dan Rekreasi,” tambah laporan BI.

Secara bulanan, demikian laporan BI, penjualan eceran pada Agustus diperkirakan mencatat kontraksi sebesar 0,3% mtm. Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang, yaitu pada Oktober diperkirakan stabil. Sementara tekanan inflasi pada enam bulan mendatang, yaitu pada Januari 2026, diperkirakan meningkat. 

“Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Oktober 2025 sebesar 134,8, relatif stabil dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 134,7. Sementara itu, IEH Januari 2026 tercatat sebesar 169,3, lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 163,4,” menurut laporan BI. (rc)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *