Alfamart. Foto: alfamart

RINCIH.COM-JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) atau Alfamart akan melanjutkan ekspansi pada 2026 dengan fokus memperkuat jaringan gerai di dalam maupun luar negeri. 

Manajemen AMRT menargetkan pembukaan hingga 1.080 toko baru pada 2026, termasuk ekspansi agresif di pasar internasional. Selain membuka 800 gerai baru di Indonesia, perseroan juga membidik penambahan 200-250 toko di Filipina dan sekitar 30 toko di Bangladesh sebagai bagian dari strategi memperluas jejak bisnis di luar negeri.

Corporate Secretary AMRT Tomin Widian mengatakan, target pembukaan 800 toko baru di Indonesia pada tahun ini seluruhnya diperuntukkan bagi jaringan Alfamart. 

“Selain pasar domestik, perseroan juga melanjutkan pengembangan bisnis internasional, terutama di Filipina yang dinilai masih menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik.” katanya, mengutip pernyataan resmi AMRT, Ahas (7/6/2026).

Tomin melanjutkan, manajemen akan membuka sekitar 200 hingga 250 gerai baru di Filipina sepanjang 2026. Sementara itu, di Bangladesh, AMRT mengambil pendekatan yang lebih konservatif mengingat operasional di negara tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan.

“Kalau di Bangladesh karena kita masih baru, targetnya tidak tinggi. Mungkin sekitar 30 toko dulu. Kita belajar dulu di negara orang,” ujarnya.

Perseroan memperkirakan biaya investasi per toko di luar negeri mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Dengan target pembukaan sekitar 200 toko di Filipina, kebutuhan investasi mencapai sekitar Rp300 miliar.  

Namun karena kepemilikan Alfamart Indonesia di bisnis Filipina hanya sebesar 35%, kontribusi pendanaan yang harus disiapkan perseroan diperkirakan sekitar Rp100 miliar. 

“Kalau di Filipina investasinya lebih mahal. Kalau 200 toko sekitar Rp300 miliar, tetapi karena kepemilikan kita hanya 35%, maka kontribusi dari Alfamart Indonesia kurang lebih sekitar Rp100 miliar,” jelasnya. 

Sedangkan di Indonesia, manajemen AMRT menargetkan pembukaan 800 gerai baru Alfamart sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 toko akan dimiliki langsung oleh perusahaan, 300 toko lainnya akan dikembangkan melalui skema waralaba (franchise). 

Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp500 miliar yang difokuskan untuk pembukaan toko baru milik perusahaan. 

Tomin menjelaskan, rata-rata investasi pembangunan satu gerai baru saat ini berkisar Rp1 miliar. Rencananya, lebih dari 50% pembukaan toko baru tersebut akan difokuskan ke luar Pulau Jawa. 

Menurut manajemen, dalam lima tahun terakhir terjadi pergeseran pertumbuhan pasar ritel modern dari wilayah Jabodetabek ke berbagai daerah luar Jawa yang tingkat penetrasi ritelnya masih relatif rendah. 

Sepanjang semester I/2026, Alfamart telah membuka sekitar 167 toko baru, sedangkan Alfamidi menambah 42 gerai. Sementara itu, sepanjang 2025 lalu, grup Alfamart, Alfamidi, dan Dan+Dan secara keseluruhan membuka 1.057 toko baru. 

Dalam tiga bulan pertama tahun ini saja, grup telah menambah 211 gerai baru dan menargetkan jumlah pembukaan toko sepanjang 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya. Ekspansi tersebut dilakukan di tengah tantangan industri ritel yang masih menghadapi tekanan daya beli masyarakat, pelemahan nilai tukar rupiah, serta potensi kenaikan harga dari pemasok. 

Namun, manajemen tetap optimistis pertumbuhan jaringan toko akan menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan pada tahun ini. Belum Revisi Target Di tengah tekanan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, pelemahan rupiah, dan potensi kenaikan harga dari pemasok, manajemen tetap optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja pada tahun ini. 

Tomin mengakui tantangan yang dihadapi industri ritel pada 2026 tidak mudah. Namun hingga saat ini perusahaan masih mempertahankan target bisnis yang telah ditetapkan dan belum melakukan revisi anggaran. 

“Kami masih stick dengan budget dan belum melakukan adjustment. Walaupun banyak tantangan, kami masih mengupayakan yang terbaik untuk bisa mencapai target-target tersebut,” ujarnya. 

Meski tidak merinci target pendapatan maupun laba bersih, manajemen berharap kinerja tahun ini setidaknya tidak lebih rendah dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. 

“Yang bisa saya sampaikan, kita mengupayakan hasil yang lebih baik dibandingkan 2025,” kata Tomin. (NcangSepti)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *