Top 15 skincare. Foto: playbook of beauty

RINCIH.COM. Bagan dari Qoo10 ini menyoroti 15 merek perawatan kulit “dasar” teratas berdasarkan volume penjualan pada H1 2025 di Jepang, sinyalnya tegas: merek Korea mendefinisikan kategori perawatan kulit inti massal dalam skala besar.

Malte Karstan, Retail Expert menjelaskan, dari 15 merek teratas, mayoritas adalah orang Korea, dengan Anua (The Founders, Inc.) memimpin dengan selisih yang lebar, diikuti oleh MediCube, VT Cosmetics, Torriden, Skin & Lab (lab & company), COSRX, SKIN1004, numbuz: dan lain-lain. 

“Bahkan merek global yang secara historis ramah Jepang dikalahkan dalam segmen yang dulunya dilindungi di dalam negeri,” ungkapnya, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, hal kni bukan tentang kebaruan. Ini tentang keunggulan operasional. Merek K-beauty telah menguasai siklus formulasi cepat yang didorong oleh data konsumen nyata. Penceritaan yang mengutamakan bahan yang diterjemahkan dengan bersih lintas batas. Pemosisian nilai-harga yang agresif namun disiplin. Eksekusi asli platform (Qoo10, Rakuten, Amazon JP).

“Produktivitas SKU yang tinggi dalam rutinitas harian “dasar” yang terpenting, merek-merek ini menang tanpa mengandalkan isyarat prestise,” tambahnya.

Kategori di sini adalah perawatan kulit dasar seperti pembersih, toner, ampul, krim, di mana kinerja, kepercayaan, dan pembelian berulang lebih penting daripada warisan merek.

“Konsumen Jepang terkenal rasional dan didorong oleh pembelian kembali. Ketika mereka beralih, itu menandakan keunggulan yang dirasakan dalam kemanjuran, nilai, atau relevansi, seringkali ketiganya,” tambahnya.

Hal ini tidak didorong oleh satu merek pahlawan terobosan. Ini adalah dominasi tingkat portofolio. Itu menunjukkan ekosistem kecantikan Korea, mulai dari pemasok bahan hingga mitra OEM/ODM hingga eksekusi pemasaran digital, telah mencapai tingkat kematangan yang sangat sulit untuk direplikasi dengan cepat.

Untuk merek Jepang dan petahana global, ini tidak boleh dibaca sebagai penurunan kompetitif jangka pendek. Ini adalah tantangan struktural yang menuntut pemikiran ulang tentang kecepatan ke pasar, loop umpan balik konsumen, arsitektur harga, strategi saluran dan pendidikan produk

“K-beauty tidak lagi mengekspor tren, melainkan mengekspor model operasi,” katanya. (NcangSepti).

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *