Mall Pluit. Foto: istimewa

RINCIH.COM. – JAKARTA. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah memperkirakan kinerja industri ritel sepanjang 2026 masih mampu tumbuh stabil sekitar 5%. Meski ada tekanan pada semester II-2026 seiring berakhirnya musim belanja atau peak season pada paruh pertama tahun ini.

“Periode Juni hingga Agustus yang bertepatan dengan musim libur sekolah dan kebutuhan back to school memang menjadi pola musiman yang relatif lebih lemah setiap tahunnya,” katanya, mengutip Kontan.co.id, Kamis (30/7/2026).

Sementara, Budi menilai, minat ekspansi pelaku ritel ke pusat perbelanjaan masih tinggi, terutama pada mal-mal dengan tingkat kunjungan yang baik.  Adapun, faktor lokasi tetap menjadi pertimbangan utama bagi peritel dalam membuka gerai baru.

Dari sisi kategori, ekspansi masih didominasi merek-merek internasional, terutama di segmen supermarket, kesehatan dan kecantikan, elektronik, serta F&B. Sementara itu, sektor fesyen masih cenderung menahan ekspansi.

Meski demikian, Hippindo mengingatkan sejumlah tantangan yang masih membayangi industri ritel, mulai dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) hingga berbagai regulasi pemerintah yang dinilai dapat menghambat investasi maupun daya beli masyarakat.

“Tantangan sektor ritel selain tadi dolar AS naik namun lebih utamanya peraturan pemerintah baik pemda, perda, pusat yang akan mengganggu investasi maupun daya beli, seperti untuk produk impor sulit masuk, padahal sangat dibutuhkan dan merknya sangat dicari,” jelasnya. (NcangSepti, Kontan.co.id)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *