Menteri Perdagangan. Foto: dok. rincih.com

RINCIH.COM. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, banyaknya produk Usaha  Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM) yang masuk ke ritel  modern sebagai upaya untuk membendung produk asing yang masuk ke Indonesia. Tentunya, semua itu ada syaratnya.

“Produk UMKM tersebut harus berkualitas dan memiliki daya saing,” tegasnya, pada acara Hari Ritel Nasional 2025  di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Budi mengaku, pihaknya telah memiliki program untuk meningkatkan kualitas dan daya saing bagi UMKM, salah satunya melalui “UMKM Bisa Ekspor” ke 33 negara. “Kami telah melakukan business maching kepada 542 UMKM,” ungkapnya.

Budi menyayangkan, hampir 70 persen UMKM tidak memiliki pembeli. “Kami ingin UMKM bisa eksport. Tak hanya yang besar saja. Semua tumbuh bersama,” harapnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) Solihin mengatakan, ritel modern tidak tabu untuk menerima produk UMKM, selagi masih dicari oleh pembeli. “Produk tidak sekadar masuk ritel modern, tapi harus sampai ke konsumen,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Kementerian UMKM Yulius mengatakan, sistem perdagangan telah mengalami perubahan, dari perdagangan melalui lapak menuju digital. 

“Meski ada digital tapi produk yang dijual harus berkualitas agar bersaing dan bisa ekspor,” katanya.

Yulius mengakui, baru sebanyak 7 persen UMKM telah melakukan ekspor. “Oleh karena itu perlu ada pendampingan bagi UMKM,” katanya. (Septiadi, NcangSepti)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *