Ilustrasi kelas menengah. Foto: detik

RINCIH.COM-JAKARTA. Executive Director Nielsen IQ Wiwy Sasongko menjelaskan, 2025 merupakan tahun menantang bagi ritel. Pertumbuhan ekonomi kuartal tiga tahun 2025 sebesar 5 persen, melambat dibanding kuartal kedua.

“Perlambatan  dikontribusi oleh kelas menengah ke bawah,” kata Wiwy di acara Hari Ritel Nasional, di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Wiwy menambahkan, kelas menengah mengalami tantangan pada penghasilannya. “Kelas menengah sudah mulai mengerem spending. Untuk kebutuhan dasar masih spending, tapi untuk kebutuhan sekunder dan tersier mereka mengerem,” tambah Wiwy.

Pada kesempatan yang sama, Yongky Susilo, Consumer Behavior and Retail Marketing Expertise mengatakan, penurunan kelas menengah jangan dianggap remeh oleh pemerintah, karena dampaknya pada pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah harus segera membangun lapangan (job create) kerja bagi mereka,” tegasnya.

Yongky mengakui, pekerja dari kelas menengah sudah mengalami perubahan, yang dulunya bekerja di sektor formal, sekarang ke sektor nonformal, bahkan menuju ke kelas bawah. (Septiadi, NcangSepti)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *