CEO baru Nestle Laurent Freixe. Foto: dominiique

RINCIH.COM. Nestlé Indonesia memperluas jaringan Nestlé Indonesia Waste Station melalui kolaborasi dengan Alfamart dengan meresmikan lima fasilitas baru di Jakarta, Bandung, dan Bali. 

Langkah ini dilakukan setelah program tersebut mencatat penyerapan lebih dari 244.000 kilogram atau 244 ton sampah anorganik sejak diinisiasi pada 2023.

Perluasan ini menjadikan total fasilitas Nestlé Indonesia Waste Station mencapai 15 titik di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Melalui penempatan di jaringan ritel Alfamart, masyarakat kini dapat menyetorkan sampah anorganik lebih mudah di tengah aktivitas belanja sehari-hari.

Program ini dijalankan bersama Rekosistem sebagai mitra pengelola operasional dan mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup serta Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah nasional.

Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Ujang Solihin Sidik, menyatakan apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut.
“Kami mengapresiasi upaya Nestlé Indonesia bersama dengan Alfamart dalam menghadirkan fasilitas Waste Station yang semakin menjangkau masyarakat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pengelolaan sampah secara holistik dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (13/5/2026). (NcangSepti, Marketeers)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *