RINCIH.COM.JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, memperingatkan potensi kenaikan harga barang di pusat perbelanjaan mulai kuartal IV-2026 atau sekitar Oktober.
Menurutnya, kenaikan dipicu oleh meningkatnya biaya produksi, logistik, energi, hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada barang impor. Alphonzus mengingatkan agar para peritel harus mulai menyiapkan stok barang dalam jumlah besar sejak jauh hari, meski harga bahan baku sudah naik. Apalagi, distribusi barang menjelang akhir tahun juga terkendala pembatasan operasional kendaraan angkut.
“Ya kan sekarang ini harga energi naik, biaya logistik naik, harga bahan baku naik. Jadi saya kira itulah,” kata Alphonzus saat ditemui di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (30/7/2026).
“Kalau harga biaya produksinya naik, pasti harga barang-barang akan naik. Sehingga itulah kenapa alasannya kemungkinan diperkirakan di triwulan (kuartal) IV-2026 akan terjadi kenaikan harga barang yang cukup signifikan,” sambungnya.
Alphonzus memperkirakan, kenaikan harga akan disemua kategori produk. APPBI berharap pemerintah dapat menekan kenaikan biaya produksi sebelum memasuki kuartal IV-2026 agar harga barang tidak melonjak.
“Kenaikan itu adalah opsi terakhir. Tetapi kan memang tidak bisa.. tentunya kalau kondisi seperti ini terusan tidak bisa dihindari. Jadi sebetulnya kami tetap berharap tidak ada kenaikan bahan baku, kenaikan biaya logistik, biaya energi dan sebagainya. Jadi sebetulnya kami tetap berharap pemerintah bisa segera mengatasi situasi ini sebelum triwulan IV-2026,” ujar Alphonzus. (NcangSepti, CNBC)

