Ilustrasi bisnis ritel. Foto: istimewa

RINCIH.COM. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan libur panjang pada pekan ini diharapkan dapat menopang kinerja sektor usaha ritel yang saat ini tengah memasuki periode low season usai Ramadhan dan Idul Fitri.

“Libur panjang pada saat low season tentunya diharapkan dapat mendorong penjualan sehingga dapat menopang ataupun mendukung kinerja sektor usaha ritel,” kata Alphonzus mengutip ANTARA, Selasa (26/5/2026)

Ia menjelaskan periode setelah Ramadhan dan Idul Fitri merupakan masa low season bagi industri ritel karena sebelumnya sektor tersebut telah melewati masa puncak penjualan atau peak season saat Lebaran.

Menurut dia, kondisi ekonomi yang masih belum menentu turut memengaruhi daya beli masyarakat dan kinerja usaha ritel.

“Perekonomian yang masih belum menentu akibat berbagai faktor yaitu salah satunya faktor geopolitik,” ujarnya.

Untuk menarik kunjungan masyarakat selama libur panjang, pusat perbelanjaan disebut akan menghadirkan berbagai program dan aktivitas hiburan.

“Pusat perbelanjaan akan menyelenggarakan berbagai acara dan aktivitas untuk menarik pengunjung dan mengisi liburan di pusat perbelanjaan,” katanya.

Ia menambahkan pusat perbelanjaan masih menjadi salah satu destinasi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu libur panjang.

APPBI memperkirakan jumlah kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama long weekend kali ini meningkat sekitar 10 hingga 15 persen dibanding akhir pekan biasa.

“Diperkirakan akan terjadi peningkatan kunjungan sekitar 10 persen sampai 15 persen dibandingkan akhir pekan biasanya,” ujar Alphonzus.

Meski demikian, ia menilai program promo dan diskon yang dilakukan tenant ritel hanya bersifat sementara untuk menjaga konsumsi masyarakat.

“Salah satu program untuk menyiasati masalah daya beli adalah dengan program promo belanja namun hanya bersifat sementara saja,” katanya.

Ia menilai persoalan daya beli masyarakat tidak dapat diselesaikan sepenuhnya oleh pelaku usaha dan membutuhkan dukungan pemerintah melalui perbaikan kondisi ekonomi nasional.

“Persoalan daya beli masyarakat adalah perihal perekonomian negara sehingga tidak bisa diselesaikan oleh pelaku usaha,” kata Alphonzus. (NcangSepti, Antara)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *