RINCIH.COM. Nielsen IQ memprediksikan pada tahun 2026 akan terjadi peningkatan konsumsi di dalam rumah. Peningkatan tersebut didorong oleh harga dan kebutuhan kesehatan sert kecantikan.
“Konsumen lebih live less, akibat kondisi finansial memburuk, sehingga cost living meningkat sebesar 57 persen,” kata Executive Director Nielsen IQ Wiwy Sasongko pada acara Hari Ritel Nasional, di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Namun demikian, Wiwy masih menaruh optimistis, khususnya pada pelaku ritel. Menurutnya, ada beberapa sektor yang dapat bertumbuh pada tahun 2026. Misalkan untuk produk cooking dan seasoning yang diprediksi masih bisa tumbuh hingga 20 persen.
“Begitu pula dengan minyak goreng dan margarin masih tumbuh bagus. Protein dan bumbu instan masih bisa tumbuh hingga 17 persen,” ungkap Wiwy.
Wiwy menambahkan, konsumen pada tahun 2026 masih tetap bisa jajan, terutama untuk produk dengan kemasan lebih besar. “Mereka perlu share dengan keluarga,” katanya.
Lanjutnya, perilaku living less juga berpengaruh pada meningkatnya konsumsi beberapa produk, seperti pembersih rumah, pembersih dapur, pembersih kamar mandi, oven, kompor, rice cooker, blender dan kulkas ukuran besar.
“Spending konsumen berbeda. Beli snack lebih besar. Beli merk yang lebih murah,” katanya.
Beberapa produk healthy dan beauty juga mengalami kenaikan. Healthy produk termasuk di dalamnya adalah fresh produk, seperti sayur dan buah segar, termasuk susu dan yogurt. (Septiadi, NcangSepti)

