Pertumbuhan belanja Indonesia. Foto: mandiri institute

RINCIH.COM. Di Oktober 2025 pertumbuhan belanja mengalami tren meningkat dan diharapkan menjadi titik balik sekaligus menjadi basis pertumbuhan ekonomi 5.5% di Q4 2025 dan 6% di 2026.

Signal baik di sektor konsumsi digambarkan oleh laporan Mandiri Spending Index Otober 19 Oktober 2025 dari kantor Chief Economist Bank Mandiri.

Tren pertumbuhan belanja konsumen mulai terlihat berbalik naik di Oktober 2025, setelah tiga tahun mengalami pertumbuhan rendah rata-rata dibawah 5% dan titik rendahnya di 2025. Pembalikan terjadi hampir di banyak sektor seperti grocery, electronik, fashion, beauty dan sebagainya.

Meski rate pertumbuhan 2025 masih di bawah 2024, titik balik ini diharapkan menjadi rebound marks dan naik terus hingga akhir tahun. Bahkan akan ada festive Natal dan Tahun Baru yang biasanya memicu konsumsi tinggi.

Rebound marks ini sudah ditunggu lama oleh sektor konsumsi dan menjadi harapan akan terjadi pertumbuhan ekonomi level baru di Q4 2025.

Pertumbuhan yang baik ini di yakini bisa berlanjut hingga Q1 2026 dengan adanya festive Chinese New Year, bulan Ramadhan dan Idhul Fitri.

Menteri Keuangan Purbaya telah membuat banyak terobosan-terobosan yang sejalan dengan harapan pengusaha dan masyarakat sehingga meningkatkan confidence usaha dan memicu pengusaha mulai berinvestasi untuk ekspansi dan berusaha bertumbuh secara organik. 

Meskipun perubahan signifikan birokrasi masih harus di laksanakan guna meningkatkan kemudahan berusaha dan menekan biaya ekonomi tinggi, ada titik sinar muncul ditengah ketidakpastian dunia usaha dan ekonomi sejak pak Purbaya menjabat sebagai menteri keuangan.

Konsumsi merupakan sektor yang signifikan penting diperbaiki dan akan menjadi driver pertumbuhan ekonomi nasional, karena berkontribusi terbesar 53% pada ekonomi nasional, pernah mencapai kontribusi hingga 72% pada awal tahun 2000 menjelang pembentukan kelas menengah Indonesia dengan rate konsumsi tinggi.

Ditengah gejolak perdagangan dunia yang mesih terus berubah dan geo politik yang belum stabil, perbaikan ekonomi domestik harus menjadi tujuan bersama karena Indonesia sudah memasuki era kritis bonus demograpi. (Yongky Susilo, Consumer and Retail Strategist and Consumer Secher)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *