Produk UMKM. Foto: istimewa

RINCIH.COM. Polemik ritel modern membunuh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah merebak beberapa minggu ini. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti polemik tersebut berdasar azas proporsionalitas. Menurutnya kehadiran ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret bersifat kasustik tergantung situasi dan kondisi di setiap daerah.

Peran pemerintah daerah yang memiliki kewenangan penuh dalam menerbitkan izin pendirian gerai ritel modern. Kepala daerah menjadi kunci dalam mengatur keseimbangan di wilayahnya masing-masing.

“Dan ini kan erat kaitannya kalau izin Alfamart maupun Indomaret kan erat kaitannya dengan kepala daerah sebetulnya kan, izin-izinnya. Nah, itu satu ya,” katanya, kemarin.

Maman menegaskan, hal terpenting bukan pada membatasi, melainkan mendorong kolaborasi dan akomodasi antara ritel modern UMKM.

“Bagi saya kehadiran Alfamart dan Indomaret yang terpenting adalah bagaimana bisa mengakomodasi sebanyak-banyaknya produk-produk lokal kita, dalam hal ini produk-produk usaha mikro atau usaha kecil. Kan itu saja sebetulnya semangatnya kan?” tuturnya.

Lanjutnya, iklim investasi harus tetap dibuka, namun tidak boleh sampai melemahkan salah satu pihak. Tapi menciptakan hubungan yang saling menguntungkan adalah salah satu kuncinya.

“Artinya saya pikir sih baik itu Alfamart atau Indomaret dengan usaha mikro kecil dan menengah harus bisa saling simbiosis mutualisme,” ucapnya. (NcangSepti)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *