RINCIH.COM-JAKARTA. Penjarahan gerai ritel modern di Tapanuli Selatan telah terjadi imbas dari sulitnya bantuan akibat bencana banjir bandang di wilayah Sumatera.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Solihin mengatakan, penjarahan dilakukan oleh sejumlah oknum masyarakat.
“Kan itu hanya dilakukan oleh oknum, kan nggak ada niatan,” ungkap Solihin di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025).
Meski begitu, Solihin tak menyebut pasti langkah hukum yang akan ditempuh imbas kondisi tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan bantuan dapat mencukupi masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
“Tugas kita saat ini adalah bagaimana secepatnya memberikan bantuan untuk bisa mencukupi saudara-saudara kita yang menerima musibah,” jelasnya.
Solihin mengakui ada beberapa anggota Aprindo yang turut terdampak bencana alam di wilayah tersebut. Akan tetapi, ia menolak menyebut angka kerugian yang dialami anggotanya.
Saat ini, Aprindo juga terus berupa menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah terdampak bencana. Bantuan tersebut disalurkan melalui aparat kepolisian lantaran akses jalur utama masih banyak yang terputus.
“Anggota Aprindo tidak berhenti-berhentinya sampai hari ini, ya mohon maaf dengan tidak mengurangi rasa hormat, mengirimkan bantuan ya. Tetapi karena keterbatasan jangkauan, sehingga bantuan itu kita titipkan melalui Polda Sumut,” ungkapnya.
Tambahnya, Aprindo telah.mengirim beberapa kendaraan untuk masuk masuk ke titik-titik tertentu, tapi kita melalui orang tertentu. “Ya, ingat loh ya, dari Sumut ke tempat lokasi itu perlu waktu 32 jam kita bisa tembus. Kita nggak punya kemampuan,” ungkapnya. (NcangSepti, Detik.com)

