Bandung Trade Center. Foto: ist

RINCIH.COM. Konsep “trade center” kini makin ditinggalkan karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman dan tren gaya hidup masa kini. Sejumlah “trade center” di Jakarta, Bodetabek, dan kota-kota lain di Indonesia, sepi dan akhirnya mati.

Salah satu yang cepat tanggap menangkap tanda-tanda zaman itu adalah pemilik Bandung Trade Center atau BTC. Ketika dibangun tahun 2002, “trade center” masih berkibar. Tetapi seiring perkembangan gaya hidup, konsep “trade center” kehilangan peminat, termasuk BTC atau Bandung Trade Center dulu dikenal sebagai “Mangga Dua”-nya Bandung

Setelah 20 tahun berlalu, wajah BTC berubah total agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan gaya hidup. BTC kini menjadi “lifestyle mall” d’Botanica.

Mal d’Botanica kini diisi oleh gerai-gerai restoran, kafe, pusat oleh-oleh, aneka kuliner nusantara. Gerai gawai (gadget): ponsel pintar dan sebagainya.

Di tepi Jalan Pasteur ke arah Jakarta sehingga memudahkan orang yang singgah membeli oleh-oleh maupun sekadar nongkrong, menunggu kepadatan terurai.

Terhubung dengan dua hotel: Rooms Inc by Artotel dan Hotel Volume (eks Topaz) yang beroperasi Desember 2025. (Robert Adhi Ksp, Book Writer & Author)

By Septiadi

Adalah seorang penulis, dengan pengalaman sebagai wartawan di beberapa Media Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *